Walaupun banyak orang berkata aku adalah pria yang
puitis. Namun diriku bukanlah seorang pria romantis.
Diriku hanyalah pria biasa. Sama seperti pria-pria yang ada di luar sana.
Maafkan diriku, yang tidak mengirimu pesan ataupun menolpon mu. Karena ku TAKUT hawa nafsu yang menjerumus ku.
Bukannya ku tidak mau MENGATAKAN cinta kepada mu, akan tetapi ku takut syaitan akan menjerumuskan ku dengan kata mulut saja.
Ku tidak akan MENDEKATI mu, karena ku takut syaitan akan menjerumuskan ku.
Ku tidak MEMEGANG tangan mu, bukan berarti ku tidak sayang kepada mu. Akan tetapi tanganku nanti malah tidak bisa menahan.
Ku tidak akan MERAYU dirimu, karena ku takut nanti dirimu terkesima.
Biarkan dirimu tetap bersama orang tuamu, dan biarkan dirimu berbenah diri. Menjadi seorang akhwat yang jauh lebih baik lagi.
Jika waktu tiba, maka aku akan meminang mu dengan hatiku.
Diriku hanyalah pria biasa. Sama seperti pria-pria yang ada di luar sana.
Maafkan diriku, yang tidak mengirimu pesan ataupun menolpon mu. Karena ku TAKUT hawa nafsu yang menjerumus ku.
Bukannya ku tidak mau MENGATAKAN cinta kepada mu, akan tetapi ku takut syaitan akan menjerumuskan ku dengan kata mulut saja.
Ku tidak akan MENDEKATI mu, karena ku takut syaitan akan menjerumuskan ku.
Ku tidak MEMEGANG tangan mu, bukan berarti ku tidak sayang kepada mu. Akan tetapi tanganku nanti malah tidak bisa menahan.
Ku tidak akan MERAYU dirimu, karena ku takut nanti dirimu terkesima.
Biarkan dirimu tetap bersama orang tuamu, dan biarkan dirimu berbenah diri. Menjadi seorang akhwat yang jauh lebih baik lagi.
Jika waktu tiba, maka aku akan meminang mu dengan hatiku.
http://www.gensyiah.com/darurat-nkri.html
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapus